Adsense

Indonesian Arabic Chinese (Simplified) English

PROFIL ALUMNI LPTTI ; ANWAR

Desain Grafis Digital Printing


Marzuki TSHP Asal Ngawi



Kisah Nyata: PROFIL ALUMNI LPTTI


Dari Pengamen Jalanan Menjadi Teknisi Handphone

ANWAR (20) Tahun anak dari enam bersaudara, hanya dapat merasakan pendidikan SD karena orangtuanya bekerja sebagai buruh harian, ini adalah salah satu potret pengamen jalanan di Jakarta.

Situasi ekonomi keluarga yang tidak mencukupi, demikian dikatakan Anwar sehingga dia tidak dapat melanjutkan pendidikan ke lebih tinggi seperti orang lain, melihat situasi keadaan kehidupan yang demikian, sehingga Anwar harus keluar mencari jalan keluar yaitu menjadi pengamen di Jakarta. Tempat mangkalnya dibawah pohon rindang di SantaClaus Jakarta. Hari-hari Anwar dilewati untuk membantu orangtuanya dengan naik dan turun bus yang satu ke yang lain dilakukannhya untuk menjual suaranya dengan ditemani gitarnya, dengan harapan dapat membantu keadaan ekonomi keluarganya.

Anwar berharap akan ada hari esok yang dapat merubah keadaanya dari informasi Saudaranya yang bekerja sebagai Satpam di Kelurahan bahwa ada program pemerintah yang disalurkan melalui RW di Kelurahannya  mendapatkan dana bagi yang mau untuk mengikuti kursus Gratis bagi keluarga yang tidak mampu, maka melalui informasi inilah maka Anwar tidak menunda kesempatan tersebut, melalui biaya gratisan tersebut Anwar kursus diLembaga Pendidikan Teknologi Terapan Indonesia *(LPTTI) pada bidang pelatihan TEKNISI SERVICE HANDPHONE , ternyata kursus tersebut dapat merubah pekerjaan Anwar dari seorang pengamen menjadi Tenaga Kerja Teknisi Service Handphone.

Di Era globalisasi sekarang ini sudah bukan pemandangan yang aneh lagi jika kalau sering kita jumpai pengamen jalanan dengan bermodalkan suara seadanya mencoba untuk menarik perhatian agar adanya belas kasihan orang lain, berdasarkan dari pengamatan kita sehari-hari dengan semakin bertambahnya pengamen dijalanan maka menandakan begitu suliutnya mendapatkan pekerjaan jika seseorang tidak memiliki Keahlian.

Situasi yang demikian merupakan hal yang dialami Anwar, melalui informasi dari kelurahan bahwa pemerintah saat ini melalui program bantuan bagi keluarga yang kurang mampu mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kursus Gratis.

Program yang demikian yang diperoleh Anwar membuat harapan untuk merubah nasibnya mulai terungkap.  Seni yang dimiliki Anwar tidak berakhir tetapi pekerjaannya sebagai pengamen jalanan sudah berakhir, bila tidak ada kursus Gratis yang diberikan pemerintah maka sampai saat ini saya masih berada dijalanan untuk mendapatkan uang, dikatakan Anwar sembari memegang topi kesayangannya pada saat wartawan INFO KURSUS mengunjungi Stand LPTTI – Lembaga Pendidikan Teknologi Terapan Indonesia tempat Anwar membuka service handphone secara GRATIS untuk pengunjung pada saat mengikuti pameran dan pelatihan kursus di Blok M Square.

Anwar telah dapat merasakan proses keterampilan sebagai teknisi service handphone dan telah dapat membantu ekonomi keluarganya.

Anwar mengharapkan adanay bantuan dana atau kerjasama dengan pihak lain untuk membuka usaha penjualan serta service handphone. Setelah  mendapatkan keahlian mengenai Handphone, Anwar masih mempunyai keinginan untuk mengikuti kursus tentang teknologi motor agar dapat memiliki pengetahuan yang lebih dan dapat membuka usaha bengkel motor.

Sebagai pengamen jalanan Anwar menghimbau kepada teman-temannya yang masih mengamen untuk mengikuti kursus apa saja agar memiliki kemampuan dan dapat Mandiri dalam berwiraswasta.

Sumber; Majalah InfoKursus Edisi 3 Okober 2009




WIRAUSAHA SETELAH IKUT PROGRAM PKM DESAIN GRATIS

Setelah mengikuti program Pendidikan Kewirausahaan Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan LKP LPTTI dan Kementrian Pendidikan Nasional ke 5 pemuda penggangguran itu kini telah memiliki usaha sendiri.

Kelima pemuda itu adalah lulusan SMK. Mereka adalah Aditya Erlangga, Agung Julianto, Asep Mulyana, Eko dan Herisman Permana. Semula kelima pemuda yang tinggal di kawasan Cawang, Jakarta Timur itu adalah pengangguran, Namun berkat orangtua mereka, tergabung dalam kelompok Swadaya Masyarakat binaan LSM YAPARI, kelima pemuda itu direkrut untuk mengikuti pelatihan Desain Grafis Digital Printing, di LKP LPTTI (Lembaga Pendidikan Teknologi Terapan Indonesia). Mereka mendapat pelatihan gratis melalui program pelatihan Kewirausahaan Masyarakat (PKM) tahun 2010. Program ini merupakan bantuan beasiswa dari Direktorat Pembinaan Kursus Dan Pelatihan , Ditjen PAUDNI, Kementrian Pendidikan Nasional.

Sebelum mengikuti kursus desain grafis mereka mengikuti pelatihan inbound, yakni training motivasi, kerjasama, cekatan, ketangguhan dan kesabaran. " Kami disini (LPTTI) bagaikan di cuci otaknya dan di isi lagi dengan semanagat baru, sehingga siap untuk diisi ilmu-ilmu baru", demikian cerita Asep mengingat kembali saat mulai berlatih.

Sedangkan materi pelatihan yang diberikan LPTTI, untuk desain grafis meliputi program komputer Photoshop dan CorelDraw. Sebelumnya ketiga pemuda itu memang sudah bisa menguasai komputer. Sedangkan, Agung dan Herisman mengaku masih baru mengenal komputer. Namun setelah mengikuti pelatihan, akhirnya bisa juga. "Sekarang saya menguasai cara teknik fotografi dan olah foto berikut cetak foto menjadi pas foto", ungkap Agung.

Foto-foto tersebut dapat diedit dengan gambar pemandangan , tulisan yang bervariasi, sehingga bisa dicetak pada gelas mug yang bergambar pemandangan dan berfoto, teknik mencetak pada kaos yang digemari oleh anak-anak, membuat pin atau badge ID card yang pangsa pasarnya adalah perusahaan, industru dan perkantoran.

Merek mengaku selama mengikuti pelatihan, langsung praktek. Dengan begitu mereka bisa mendesain sendiridan mencetak sendiri foto, kaos, mug, pin , ID Card. Hasilnya mereka bawa pulang , untuk ditunjukan kepada keluarga di rumah. Selain bisa menumbuhkan rasa percaya diri, hasil karya tersebut sebagai contoh bahan promosi untuk mendapatkan order.

Masa pelatihan adalah 2 bulan lebih, selain pelatihan keterampilan desain dan cetak, mereka juga mendapatkan pelatihan kewirausahaan. Disini mereka diberikan pengetahuan kiat membuka usaha. Kegiatan ini diawali dengan membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB). Mereka berlima sepakat usaha mereka diberi nama " AMEGA DESAIN GRAFIS" KUB ini sebagai ajang mereka mencari order sendiri, belajar berwirausaha , sekalipun mereka juga masih mendapat bimbingan dari lembaga kursus LPTTI.

Setelah mendapat pelatihan usai mereka menerima sertifikat , dan setelah KUB terbentuk, menerima perangkat peralatan usaha seperti Komputer lengkap, LCD Monitor , duah buah printer tinta sublim dan Dye / photo , alat mesin pres pin dan alat mesin pres mug. Mereka juga diberikan model bahan seperti ketas inkjet dan spanduk dengan nama usaha mereka. Mereka juga meneerima buku manual " Cetak Cepat di Aneka Media" buku tersebut sebagai pegangan dalam mengoperasikan komputer desain dan mengoperasikan alat-alat printing " kata Agung.

Majalah InfoKursus Edisi 1 Tahun ke III Maret 2011


Alamat LPTTI

LPTTI - Lembaga Pendidikan Teknologi Terapan IndonesiaReview www.lptti.com on alexa.com
WISMA SUBUD, Jl Fatmawati Raya 52, Cilandak Barat Telp. 021-7669585
JAKARTA SELATAN